Kisah Nyata Tumbal Pesugihan Raja Tega #TERBARU




Kisah Misteri, Kemiskinan membuat aku gelap mata. Ketika itu kuingat betul, hari pertama dari momen pertama aku terjerat di dalam dunia pelacuran kalangan atas. Hari itu, di Grand Aston Hotel Jakarta, untuk pertama kalinya tubuhku kuperjualbelikan.

Harga “kehormatan” ku itu tidak terlalu mahal untuk ukuran gadis kelas fotomodel seperti diriku. Malam itu aku dibayar Rp 50 juta oleh seorang konglomerat, Habis dipakai, aku langsung keramas dan menangis di kamar mandi. Kehinaan, kenistaan menggunda gulana dahsyat menggerogoti batin dan seluruh tubuhku.“Oh Tuhan, aku telah menjadi pelacur malam ini!” kataku di dalam hati untuk menenangkan perasaanku.

Om Jarwo (Sang Konglomerat) tertidur pulas dengan mulut yang terbuka dan mengeluarkan suara, ngorok!  Sementara itu aku tak dapat tidur dan rasanya ingin segera pulang meninggalkan hotel malam itu. Kupandangi laki-laki paruh baya yang telah beristri dan beranak tiga itu.cerita misteri pesugihan

Pikirku, dengan uangnya, pria itu telah merenggut kegadisanku. Om Roy, mucikari ku, tentu tertawa terpingkal setelah membawa segepok uang dari om jarwo untuk pembelian diriku. Ya, aku telah dijual oleh om Roy sementara aku hanya mendapatkan bagian kecil dari jumlah dalam transaksi itu. Padahal Om Roy tak lain pamanku sendiri. Dia adik kandung papaku. Ayah kandungku yang sudah lama meninggal dunia. Duh Gusti!.misteri nyata pesugihan

“Aku membelimu dengan harga mahal, Rp 50 juta kepada Roy untuk sebuah keperawanan. Tidak ada alasan buat kamu untuk menolak!!” bentak om jarwo, ketika aku meronta dari dekapan tangannya yang kokoh. Sementara sebuah revorver berisi peluru terpelanting dari pinggangnya. Laki-laki itu mengancam akan menghabisiku bila aku menolak.cerita mistis misteri terbaru 2017

“Biadab!” kata ku. Om jarwo tersentak mendengar kata-kata aneh ini. Tangannya menarik rambutku dengan kasar dan berkata.“Kau mengatakan apa barusan? Coba ulangi, ulangi sekali lagi!” tekannya.
Nyaliku pun menciut. Jantungku menjadi kecut. Nafasku nyaris terhenti sementara waktu karena sesak. Dengan mulut yang gagap aku minta maaf pada laki-laki berkulit hitam berkumis tebal itu. kisah misteri terbaik

“Maaf om, maksud saya si Roy yang biadab, bukan om ini. om Roy menjebakku. Tahukah om bahwa om Roy itu adalah paman kandungku. Dia adik langsung dari ayah saya yang sudah 10 tahun lalu meninggal dunia! Kenapa dia tega menjual aku?” lirihku.misteri nyata yang harus kamu tau 

jarwo itu ternyata sudah tahu kalau aku keponakan Roy. Dia menceritakan kepada bagaimana roy menjual ku. Bahkan dua bulan sebelumnya, transaksi sudah dilakukan. Om Roy sudah menjanjikan diriku untuk dijual pada jarwo. Foto-fotoku semasa jadi model di beberapa majalah hiburan, dipotong-potong dan tersimpan rapih di dashboard mobil pribadi jarwo.cerita mistis terbaru

Kau pikir aku akan tersentuh dan terenyuh mendengar bahwa kau ponakan dari Roy si mucikari top itu? Tidak! Sekarang ini banyak sekali paman menjual keponakannya. Bahkan kau tahu, aku pernah juga membeli perawan beberapa gadis yang dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Bahkan, baru satu minggu lalu, saya beli tiga anak perawan sekaligus yang beradik kakak yang dijual cash oleh orangtua kandungnya. Ibu dan ayahnya! Paham?” tanya jarwo, tak menuntut jawabanku.

Dunia sudah gila. Moral sudah bangkrut dan tak ada lagi akhlak dan norma-norma hidup dalam kehidupan ini. Aku telah tercemplung ke dalam dunia iblis. Jujur saja, sebenarnya bukan total kesalahan om Robby, tapi karena moralku juga yang sudah amblas. Ya, akibat kemiskinan, kesulitan hidup dan keterbatasan kemampuan otak juga tak adanya ketrampilan yang bisa mengundang uang datang kepada ku.

Hidup begitu banyak menuntutku yang sudah ditinggalkan oleh ayah kandungku. Sementara honor yang kuterima tidak seberapa di dunia model yang tanggung. Ya model ecek-ecek yang menuntutku sekadar numpang nampang. Muka beken tapi dompet tipis.

Kini aku telah menjadi pelacur profesional. Setiap hari aku pindah dari satu laki-laki ke lelaki lain. Bayaranku cukup lumayan jika dibanding pelacur pinggir jalan. Perkali check ml aku dibayar Rp 1 Juta paling sedikit.Tapi anehnya, uang yang kuterima setiap malam itu habis begitu saja. Jangankan deposito, tabungan bawah kasur pun, aku tak punya. Mungkin karena sama dengan pepatah, “Uang jin di makan setan” pikirku.

Pada suatu malam, aku dibooking oleh seorang pria agak berumur. Laki-laki yang dimaksud adalah seorang anggota DPR yang juga paranormal. Tamuku itu bukan anggota dewan biasa, tapi dia adalah public figure yang sangat terkenal. Walau malam itu dia keluar uang banyak mentraktirku di Hardrock Café di atas Gedung Sarinah Jalan Thamrin Jakarta dan memberiku banyak yang, tapi tidak sedikitpun dia menyentuhku.

“Aku hanya butuh teman ngobrol malam ini, aku tidak butuh wanita untuk berkencan di ranjang!” akunya.
Memang, sepulangnya dari Hardrock ke hotel Garden Kemang, aku tidak diapa-apakannya, kecuali ngobrol. Dia memancingku agar berkisah tentang mengapa aku memilih profesi sebagai pelacur. Mulanya aku tidak bercerita jujur padanya. Aku mengarang-ngarang cerita yang jauh dari kenyataan. Habis aku cerita, pria berprofesi sebagi wakil rakyat itu tersenyum manis. Tidak lama kemudian matanya menyorot tajam ke mataku.

“Adik berbohong. Adik sedang mengarang suatu cerita fiktif yang jauh dari kenyataan sebagaimana yang Adik hadapi!” desaknya, tenang. Jantungku bergetar hebat. Mukaku terasa ditampar dengan tai kebo. Pikirku, pria itu punya kelebihan tertentu yang mengetahui apa yang seharusnya tidak diketahuinya. Dia tahu lebih dan apa yang sesungguhnya tidak kuketahui atas dirku.
Malam itu dia menebak dengan tepat apa yang telah kualami dan mengapa aku tercebur di dalam Lumpur noda seperti ini. Bahkan dia menebak apa yang terjadi ketika aku kecil.
Aku tertunduk malu. Aku tak berani mengangkat kepala dan menatapnya. Malu, ya aku merasa malu sekali.Tapi pria bijak itu meneduhkan batinku. Dia memegang daguku dan meminta aku menatap matanya.

“Adik tidak bersalah. Keadaaan memaksa Adik menjadi hidup seperti ni. Dan keadaan pula yang memaksa Adik menjadi wanita pekerja seks komersial. Jangan bohong. Saya tahu apa yang Adik tidak tahu dan Adik tahu dengan apa yang saya tahu. Saya seorang cenayang, dukun, yang mampu melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh kebanyakan orang,” imbuhnya.
Malam itu dia mengantarkan aku pulang ke rumahku di pinggiran Jakarta. Rumah warisan orangtuaku yang reot dan separuh bambu di Karang Mulya, Kota Tangerang, Banten. Aku tidak diperkenannya kembali ke kosan ku di Mangga Besan VIII Nomor 7685 E. Dia meminta aku untuk berhenti menjadi wanita penjaja cinta palsu. Dia akan menjadikanku permaisuri, istri yang mulia yang diagungkan dan dihormatinya. Dia akan memberikan jaminan hidupku penuh. Uang bulanan Rp 100 juta, mobil Iambhorgini, ferrari dan fortuner.
“Kau harus menjadi wanita solehah, terhormat dan anggun, tidak kelayapan bergonta ganti lelaki seperti ini.

Tapi, kau harus berubah total, seribu persen berubah. Boleh pergi ke luar rumah dengan ijinku dan boleh jalan-jalan menikmati hidup ke luar negeri bersamaku. Hapus semua adab dan kebiasaan masa lalu dan mulailah dengan hidup yang baru sebagai perempuan terhormat,” katanya, dengan mata tajam setajam elang di angkasa biru.

Badanku mengawang seperti mimpi. Kucubit kulit tanganku, kulit pipiku dan rambutku, benarkah ini suatu kenyataan? Atau aku sedang mengigo, bermimpi atau berhalusinasi? Tidak, yang kucubit sakit. Rambut yang kutarik pedih. Dengan begitu, artinya, aku bukan sedang bermimpi. Aku benar-benar menghadapi pria tampan, baik hati dan mau menjadikan aku permaisurinya setelah dia nyatakan. Istri sudah meninggal enam tahun yang lalu dan tanpa anak.

Belakangan dia mengakui jujur, bahwa aku dipilih olehnya karena perintah maha guru supramistik di belakangnya. Raja Gaib, Kanjeng Puma Asmara, jin dari Timur Tengah yang menaunginya, meminta aku untuk dijadikan istri dan hanya aku yang bisa membawa dia kepada kejayaan sejati. Sudah lama aku dicari olehnya dan dia berbahagia sekali karena sudah menemukan aku malam itu. Bahkan gaibnya, tidak memperbolehkan aku dilepas dan harus langsung diikat dan dinikahi sebagai permaisuri utama.

Sebagai orang yang sangat awam dalam dunia supranatural, aku agak bingung juga kok begini kenyataannya. Ada seseorang lelaki yang mencari istri berdasarkan perintah mahaguru gaib yang melindunginya. Aku hanya satu dari sekian ribu nama dan hanya aku yang boleh dinikahi, walaupun kenyataannya aku hanya seorang wanita hina dina, kotor dan kumuh karena aku pelacur.

Belakangan pula terungkap karena ada tahi lalat di pipiku yang menjadi tanda. Bahwa aku adalah orang yang terpilih. Namun aku sedikit ada keraguan dan aku bertanya kepada nya.
“Kang, aku seorang perempaun bejat, pelacur dan kotor. Apakah Akang tidak menyesal nanti, didampingi seorang stri yang sangat buruk seperti aku ini?” kataku, suatu hari, sebelum kami menikah.

“Di mata manusia biasa, kamu kotor karena kamu pelacur. Namun di mataku, kamu seorang bidadari yang turun dari kayangan. Engkau adalah mahadara, wanita tercantik di dunia astral dan kaulah wànita terbersih di jagat mistika, maka itu, mahaguru memilihmu untuk dijadikan istri. Istri pria sakti mandraguna yang linuwih, mumpuni dan hidup sebagai setengah manusia dan setengah jin.” Tukasnya, lembut.

Pernikahan itu sudah terjadi. Kami membangun rumah mewah bermodal 39 milyar rupiah di Puncak, Bogor Jawa Barat. Sebuah rumah besar dengan 38 kamar tidur, kolam renang skala asean games dan taman asri dengan seribu jenis kembang dan bunga di sebelah rumahku.

Majalah Asean Life style mewawancaraiku menyangkut rumah itu dan kediamanku itu menjadi trending topic di majalah dan tayangan televisi Life Style. Ya, aku menjadi wanita terkaya di Indonesia dengan bisnis 100 pabrik benang, tapikoa, orderdil mobil Korea Selatan dan 29 restoran Eropa Barat menyebar di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali. Belakangan kami membangun tiga restoran besar pula di Makasar, Sulawesi Selatan.Dari mana uang begitu mudah didapatkan oleh suamiku? untuk menjawab rasa penasaranku aku pun pergi ke dukun untuk mengetahui nya. Setelah berkomat kami mengucapkan mantra sang dukun berkata kepada saya. “Suamimu punya pabrik uang. Dia punya goa pribadi yang dalamnya bertumpuk sejumlah emas, intan, berlian dan uang dolar Amerika. Suamimu adalah pelaku pesugihan kelas kakap. Dia melakukan pesugihan dengan tumbal dirimu. Jika kau tidak segera keluar, tidak lama engkau akan mati mendadak. Kau seperti mati terkena serangan jantung, tapi pada dasarnya kau sudah dipersembahkan pada gaib. Pada Raja jin yang akan memakan darah, otak dan jantungmu.

Bila engkau mau selamat, pergilah kabur ke luar negeri dan putuskan hubunganmu dengannya segera,” kata Ki Jala Mandra, 67 tahun, paranormal asal Malaysia yang aku datangi dia selama ini menjadi teman baik dengan suamiku.
Jantungku berdetak hebat. Nyaliku ciut dan aku kontan ketakutan. Aku percaya apa yang dikatakan Ki Jala Mandra ini. Dia tidak bohong dan dia saksi hidup bahwa aku menjadi target utama tumbal pesugihan kelas berat yang dilakukan oleh Si Akang, suamiku.

Malam harinya aku tak dapat tidur. Si Akang memelukku erat dan membelai rambutku dengan mesra. Aku ingin sekali bertanya, tapi bahaya. Bila aku bertanya tentang itu, aku bisa Iangsung dibunuh olehnya.“Suamimu itu kelihatan saja baik, bijak dan memperhatikanmu. Dia adalah dukun pesugihan Raja Tega, tega menumbalkan istri-istrinya untuk kekayaan dan kejayaannya. Saya kasihan kepädamu, yang akan menjadi korbannya. Sebaiknya masukkan semua uang ke rekening Bank mu

dan kaburlah ke Afnika Selatan atau ke Eropa Barat,” perintah Ki Jala Mandra, serius.
Ma lam itu Si Akang mengajak aku hubungan intim. Sebagai istri, aku lakukan kewajibanku itu dan aku sama sekali hambar. Tidak merasakan kenikmatan sama sekali. Yang ada padaku adalah rasa takut, sesak dan gundah gulana. Pikirku, aku harus pergi menjauh, jauh sekali dari dirinya agar terbebas dari kematian. Terbebas dari tumbal yang bahaya dan membawa bencana bagi kehidupan pribadiku.

Kini aku sudah kabur. Aku sudah menjauh dari wilayah jangkauan tumbal Raja Jin yang akan memakan jantung dan darahku. Aku tinggal di Akmaar, tidak jauh dan Paramaribo, Suniname di Amerika Selatan. Aku membangun Bank, membangun rumah musik, karaoke, restoran di Akmaar, negara bekas jajahan Belanda ini.

Sebagai orang Jawa, aku merasa tinggal di negeri sendini di Akmaar karena banyak sekali orang Jawa di sini dan kami bensaudara. Di sini aku menggunakan bahasa leluhur, bahasa Jawa kromo hinggil, kromo madyo dan ngoko. Aku dianjurkan untuk menjadi warga negara Suniname dan menjadi bangsa Suniname. Námun, aku sangat mencintai Indonesia dan akan tetap kembali ke Jakarta bila keadaan sudah aman kelak. Aku akan aman bila Si Akang sudah mati dan Raja jin sudah digeser ke pemilikan nya. Ki Jala Mandra siap membantuku dan akan menolongku bila suatu waktu aku akan kembali ke negeri tencintaku, Indonesia Jaya Raya. 
/* contents of a small JavaScript file */